Login Member
Username:
Password :
Agenda
17 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

SEJARAH BERDIRINYA SMEA YPE SAWUNGGALIH KUTOARJO

 

  1. Keluarga besar SMEP Negeri Kutoarjo pada tahun 1962 terpanggil untuk meringankan masyarakat Purworejo umumnya dan khususnya masyarakat Kutoarjo, dalam menyekolahkan anak-anaknya khusus pada sekolah SMEA, supaya tidak perlu ke Yogyakarta, maka didirikan SMEA Persiapan Negeri Purworejo di Kutoarjo.

       Tempat kegiatan belajar di gedung SMEP Negeri Kutoarjo pada sore hari. Pengelola seluruh guru dan tenaga administrasi
SMEP Negeri Kutoarjo yang memenuhi persyaratan. Pada waktu itu Dewan guru semua guru SMEP Negeri Kutoarjo dimana     Kepala Sekolahnya adalah R JOESOEF.SN,B.A. ( Guru SMEP Negeri Kutoarjo ) dan Wakil Kepala Sekolah SURRY                     SOERJONO,B.A. ( Kepala SMEP Negeri Kutoarjo ).

       Guru-guru yang berstatus Sarjana Muda dan guru yang berpengalaman sudah mencukupi sebagai guru SMEA Persiapan Negeri itu. Kemudian diangkat guru-guru negeri untuk SMEA Persiapan negeri yang administrasinya ada di SMEP Negeri Kutoarjo, oleh sebab  SMEA Persiapan belum mendapat otorisasi belanja guru.

  1. Setelah SMEA Persiapan negeri tersebut dinegerikan pada tahun 1967, maka didirikan SMEA swasta / pertikelir untuk melanjutkan kegiatan teman-teman dewan guru baik yang dapat diangkat sebagai guru SMEA Negeri maupun yang tetap di SMEP Negeri Kutoarjo.

        Pengelola SMEA swasta yang di beri nama SMEA “SORE” itu adalah dibentuk oleh Dewan Sembilan ( Dewan 9 ) yang personelnya sebagai berikut :

  1. Bapak R. Joesoef.SN,BA ( Kepala SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai Kepala Sekolah / Ketua Dewan 9.
  2. Bapak Surry Sorjono, BA ( Kepala SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  3. Bapak M. Sugiarto ( Guru SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  4. Bapak Abdul Karim ( Guru SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota
  5. Bapak Hadi Moelyono, BA ( Guru SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  6. Bapak Suteguh, BcHk ( Guru SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  7. Bapak Drs. Alip ( Guru SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  8. Bapak Saring Hadi, BA ( Guru SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  9. Bapak Eko Soerjatmo ( Guru Agama Kristen SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.

  1. Perubahan nama dan pengelola selama perjalanan SMEA YPE Sawunggalih itu berkali-kali, karena adanya ketentuan dari pemerintah dan situasi politik pada waktu itu  yaitu sebagai berikut :

          Pada Tahun 1971 pernah menggabung pada  Yayasan Marhenis Purworejo, sebab pada waktu itu Yayasan tersebut               diperkirakan dapat memajukan sekolah karena banyak personalia SMEA “SORE”  banyak anggota PNI.
          Kemudian diberi nama SMEA  “MARHAENIS”  KUTOARJO.
          Oleh sebab situasi politik, khusus pada waktu itu maka SMEA Marhenis mengundurkan diri dari Yayasan Marhenis dan           berdiri tanpa Yayasan dengan nama SMEA “ KUTOARJO”  pengelolanya tetap Dewan 9.

  1. Perjalanan berikutnya, karena ada aturan bahwa sekolah swasta harus dikelola Yayasan, maka kami berniat mendirikan Yayasan untuk mengelola SMEA itu.

Tetapi niat kami mendirikan Yayasan diketahui oleh Bapak Darmadi, BA yang bertugas di IDPE  ( Inspeksi Daerah Pendidikan Ekonomi ) di Semarang yang membina semua sekolah Ekonomi ( SMEP / SMEA ), maka disarankan menggabung saja dalam koordinasi atau dalam Perwalian pada Yayasan yang didirikan oleh Bapak Darmadi, BA. Maka pada tahun 1969  SMEA kita dibawah Perwalian Yayasan Pendidikan Ekonomi di Semarang. Untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari sebagai pengelola di Kutoarjo maka ditunjuk Ketua Perwakilan Yayasan pendidikan Ekonomi ( YPE )  yaitu :

R. Joesoef.SN,BA.

Dibawah  Yayasan  Pendidikan  Ekonomi  ( YPE )  SMEA  diberi  nama

SMEA “KUTOARJO”.

Diharapkan semua sekolah dalam Perwalian Yayasan Pendidikan Ekonomi ( YPE )  supaya diberi nama, yaitu  dengan nama Pahlawan daerah, kalau ada. Kebetulan di tempat ini Kutoarjo ada Pahlawan dengan nama “SAWUNGGALIH”. Yang kemudian nama SMEA “KUTOARJO” diganti dengan SMEA YPE SAWUNGGALIH KUTOARJO .  Pada akhirnya SMEA tersebut  diberikan nama  “SAWUNGGALIH”  Kutoarjo sampai sekarang.
 

  1. Pergantian Kepala Sekolah SMEA  YPE Sawunggalih ini juga mengalami berkali-kali, karena aturan yang diadakan oleh penguasa pada waktu itu selalu berkembang.

Adapun Kepala-kepala yang telah menduduki SMEA YPE Sawunggalih antara lain :

 1. R. Joesoef.SN.BA ( 1967 – 1969  )

Mulai awal berdirinya SMEA swasta ini ( tahun 1967 )

Karena ada aturan bahwa Kepala Sekolah Negeri tidak boleh merangkap jabatan Kepala Sekolah swasta, maka R. Joesoef.SN,BA sebagai Kepala Sekolah SMEP Negeri pada waktu itu supaya menyerahkan pada guru lain.

2. Suteguh, BcHk ( 1969 – 1973 )

Pada tahun 1969 karena sebagai guru dapat menjabat sebagai Kepala Sekolah, maka diangkat Kepala SMEA swasta.Pada waktu Bapak Suteguh, BcHk menjabat sebagai wakil Kepala di SMEA Negeri Kutoarjo ada peraturan, bahwa guru negeri tidak boleh menjabat sebagai Kepala Sekolah swasta, maka kemudian diganti dengan guru lain.

3. Drs. Teguh Nursito ( 1973 – 1974 )

Menjabat Kepala SMEA “Kutoarjo” karena beliau belum menjadi guru negeri, karena guru negeri tidak boleh menjadi Kepala Sekolah swasta. Kemudian beberapa tahun menjabat sebagai Kepala SMEA ini, karena Bapak Drs. Teguh Nursito ikut  BUTSI  kemudian diangkat sebagai pegawai di Makasar. Bapak Drs. Teguh Nursito,  adalah putra dari pegawai administrasi SMEA ini yaitu Bapak Siswomartojo.

 4. Woro Sutrisno, SH ( 1974 – 1976 )

Pada tahun 1972 beliau sebagai guru negeri pada SMEA Negeri Kutoarjo dan dapat menjabat sebagai Kepala Sekolah swasta, maka Bapak Woro Sutrisno,SH menggantikan Bapak Bp. Teguh Warsito,SH sebagai Kepala Sekolah SMEA Sawunggalih Kutoarjo. Karena ada aturan baru lagi bahwa guru negeri dilarang menjabat sebagai Kepala Sekolah swasta, maka Bapak Woro Sutrisno, SH diganti oleh guru yang belum negeri yaitu Setyo Hariadi, BA.

 5. Drs. Setyo Hariadi  ( 1976 – 2009 )

Pada tahun 1976 setelah Bapak Woro Sutrisno, SH maka Bapak . Drs. Setyo Hariadi yang semula guru Honorer dan pada waktu itu masih kuliah di Yogyakarta diangkat sebagai penggantinya, karena aturan pemerintah atau pejabat pada waktu itu tetap melarang guru negeri menjadi Kepala Sekolah.

Kemudian Bapak Drs. Setyo Hariadi mengikuti Test sebagai guru negeri  dan lulus  yang kemudian ditugaskan di SMEA  ini. dan telah menyelesaikan kuliahnya ( S1 jurusan Ekonomi Perusahaan pada tahun 1982 ).

Beliu sebagai guru negeri, maka Bapak Drs. Setyo Hariadi tetap sebagai PJ Kepala SMEA ini, karena larangan tetap berlaku juga bagi guru negeri DPK menjabat sebagai Kepala Sekolah, akhirnya Bapak Drs. Setyo Hariadi diangkat sebagai Kepala Sekolah DPK pada SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo mulai tahun 1999 sampai September 2004 (  pensiun sebagai PNS ).

Yang kemudian diangkat lagi oleh Yayasan Pendidikan Ekonomi Pusat Semarang hingga September 2009.

6. Drs. Heru Susmanto ( Oktober 2009 – 2013 )

Dengan purna tugas Drs. Setyo Hariadi, maka Yayasan Pendidikan Ekonomi Pusat Semarang mengangkat Sdr. Drs. Heru Susmanto sebagai Kepala Sekolah. Beliau juga sebagai Guru Negeri Diperbantukan ( DPK ) di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo sejak tahun 1989.

7. Tri Yulianto, S.Kom (2013 - sekarang)
Pada tahun ajaran 2013 dengan kembalinya Drs. Heru Susmanto bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, maka Yayasan Pendidikan Ekonomi Pusat Semarang mengangkat Sdr. Tri Yulianto, S.Kom sebagai kepala sekolah.
 

  1. Lokasi Tempat Belajar

 

Tempat belajar SMEA YPE Sawunggalih semula di gedung SMEP Negeri Kutoarjo pada sore hari, kemudian setelah SMEA Negeri mempunyai gedung sendiri, maka SMEA YPE Sawunggalih ada yang menempati gedung SMEA Negeri Kutoarjo pada sore hari.

SMEA YPE Sawunggalih Kutoarjo pada tahun 1980 mulai dapat membangun gedung secara bertahap di Semawungdaleman  ( sebelah utara gedung SMEA Negeri lokasi sekarang ), karena belum mencukupi lokalnya sehingga ada kelas yang masih menempati  gedung SMEA Negeri.

Tahun demi tahun berjalan akhirnya seluruh kelas bisa   pindah di SMEA YPE Sawunggalih Kutoarjo ini  dengan jalan dibagi dua yaitu masuk  pagi dan sore (1987)

Pada tahun 1996 Alkhamdulillah lokal telah mencukupi yang akhirnya bisa masuk pagi semua hingga sekarang, kelas mencapai 45 kelas pada saat sekarang.

Dari awal SMEA YPE Sawunggalih yang sekarang menjadi SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo masih diminati masyarakat Kutoarjo dan sekitarnya.

 

Jawaban Pertanyaan Mahasiswa UNY

 

      1. SMK YPE Sawunggalih  sebelumnya bernama           : SMEA MARHAENS

      2. Diririkan pada                                                      : 1 Januari 1967

      3. Pendirinya yaitu  9  orang :

  1. Bapak R. Joesoef.SN,BA ( Kepala SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai Kepala Sekolah / Ketua Dewan 9.
  2. Bapak Surry Sorjono, BA ( Kepala SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota
  3. Bapak M. Sugiarto ( Guru SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  4. Bapak Abdul Karim ( Guru SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota
  5. Bapak Hadi Moelyono, BA ( Guru SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  6. Bapak Suteguh, BcHk ( Guru SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  7. Bapak Drs. Alip ( Guru SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  8. Bapak Saring Hadi, BA ( Guru SMEP Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.
  9. Bapak Eko Soerjatmo ( Guru Agama Kristen SMEA Negeri Kutoarjo ) sebagai anggota.

      4. Panitia Pendirinya                                : ada

      5. Panitia Pendiri  :

                        1. Ketua I                    : R. Joesoef.SN,BA

                        2. Ketua  II                  : Surry Surjono, BA

                        3. Sekretaris                : Eko Soerjatmo

                        4. Bendahara               : M. Sugiarto

      6. Latar Belakang didirikannya SMEA YPE  Sawunggalih Kutoarjo     :

            1. Menampung siswa yang tidak diterima di SMEA Negeri Kutoarjo

            2. Memberi tambahan pendapatan bagi Guru SMEA Nenegei Kutoarjo,

    karena sebagian besar tenaga Pendidik pada waktu itu adalah  Guru SMEA Negeri Kutoarjo.

     3. Selanjutnya memberi kesempatan / lapangan kerja bagi profesi Pendidik dan tenaga Kependidikan.

 

  1. Awal berdiri  bertempat di        : SMEP Negeri Kutoarjo
  2. Pemilik tanah                          : SMEP Negeri Kutoarjo
  3. Setelah berdiri kemudian berpindah tempat yaitu: di SMEA Negeri Kutoarjo

 

  1. Proses Perubahan  nama / alih status :

1. Tahun 1967                         :  SMEA Kutoarjo

2. Tahun 1968                         :  SMEA Marhaenis Kutoarjo

3. Tahun 1969                         :  SMEA Kutoarjo

4. Tahun  1970                        :  SMEA Sawunggalih Kutoarjo

5. Tahun 1999 – sekarang        :  SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo
 

      11. Umur Responden          :  64  tahun ( Bp. Suteguh, BcHk )

 

 

 

 

 

 

 

 

Kembali ke atas